ABSTRAK
Arif Hartarta. 2011: MANTRA ORANG JAWA (Kajian Bentuk, Isi, Makna, Fungsi).
http://www.jawamantra.blogspot.com
Mantra adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa
India kuno, yaitu bahasa Sanskerta. Mantra secara bebas dapat ditafsirkan
sebagai metode atau gagasan—sebagai penegasan suatu tujuan tertentu—yang dinyatakan
dengan kata-kata yang dianggap mengandung kekuatan gaib dan diciptakan sebagai
terobosan untuk mengatasi problem-problem sosial. Mantra, baik dalam bentuk
bahasa tulis, bahasa lisan dan sebagian lisan merupakan bukti eksistensi
kebudayaan mitologis-mistis yang keberadaannya tersebar di seluruh dunia.
Mantra Orang Jawa dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dan Islam. Sampai pada abad
21 Mantra Orang Jawa tidak tenggelam dalam wacana masyarakat modern.
Permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana struktur
teks Mantra Orang Jawa? (2) bagaimana makna keberadaan Mantra Orang Jawa bagi
masyarakat Jawa? (3) bagaimana fungsi Mantra Orang Jawa dalam kehidupan
masyarakat Jawa?
Selain sebagai upaya inventarisasi pemikiran
kearifan lokal dan jenius lokal yang terekam dalam teks Mantra Orang Jawa, tujuan
penelitian ini adalah: (1) mengungkap
struktur dalam teks Mantra Orang Jawa, (2) mengungkap makna keberadaan Mantra
Orang Jawa bagi masyarakat Jawa, (3) mengungkap fungsi Mantra Orang Jawa bagi
masyarakat Jawa.
Penelitian ini menggunakan beberapa teori dan
beberapa konsep pendukung, yaitu: (1) pengertian mantra, (2) pengertian orang
Jawa, (3) konsep kebudayaan, (4) strukturalisme dinamik, (5) teori sosiologi
sastra, (6) konsep sastra lisan, (7) konsep mitos, (8) konsep magis, (9) konsep
mistik, (10) konsep transendental, (11) konsep Zen, dan (12) kerangka
pikir penelitian. Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal, yaitu Mantra
Orang Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
deskriptif. Hal ini mengigat
bahwa data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat
(teks mantra).
Hasil penelitian terhadap Mantra Orang Jawa
memberi gambaran bahwa Mantra Orang Jawa adalah serangkaian kata yang dianggap
istimewa (dominasi bahasa Jawa) yang disusun sedemikian rupa dalam bentuk
afirmasi-afirmasi swasugestif. Mantra Orang Jawa memiliki tiga (3) tipe
struktur: ideal, acak, dan timpang. Struktur ideal Mantra Orang Jawa terdiri
atas bagian, yaitu: kepala, tubuh, dan kaki. Bagian kepala terdiri dari komponen pembuka, niat, dan
nama mantra. Bagian tubuh terdiri dari komponen sugesti, perintah, nama
sasaran/kekuatan yang diacu, tujuan, dan harapan. Bagian kaki terdiri dari
komponen penutup. Struktur mantra ”dibungkus” oleh formula mistik, magis,
mitologis, bunyi, diksi, dan imagi. Mantra Orang Jawa bagi para pengamalnya merupakan
wilayah atau ”ruang sakral, ruang kudus” yang bersifat sangat pribadi. Praktik-praktik
mantra tidak sekadar aktivitas profane,
namun selalu berhubungan dengan hal-hal yang adi kodrati (Tuhan/Dewa). Mantra Orang
Jawa berevolusi dalam tiga dimensi pemahaman kolektif dan particular: mitis, ontologis, dan fungsional. Misteri
laku dalam ritual mantra merupakan permainan psikis/emosi sekaligus
kognitif yang sengaja diciptakan untuk mencapai tataran meditatif dari
frekuensi alfa menuju frekuensi teta. Terdapat kesejajaran pemahaman antara kondisi alam meditasi dengan hasil
laporan kondisi eksperimen atomik. Fenomena wilayah hitam dan putih dalam penerapan mantra peneliti sebut
dengan ”entitas mantra”. Mantra berfungsi sebagai pelipur lara masyarakat
ketika menghadapi situasi yang dirasa sulit. Dalam data penelitian ini terdapat
duapuluh tujuh (27) fungsi mantra + 1 mantra judi (tidak termasuk data kajian).
Mantra juga merambah ke dimensi sastra. Mantra sebagai wahana pelestarian
mitos, dan mitos menggunakan mantra sebagai objek wacananya. Teori kompleksitas
merupakan teori yang ideal untuk mendekati fenomena manusia dan budaya. Pluralitas
budaya harus difahami sebagai kekayaan. Dalam dunia mantra yang begitu dekat
dengan mistik dan magic, seseorang harus memiliki pembimbing guru spiritual
dalam belajar. Esensi mantra adalah ”melebur” dengan kuasa Illahi, ikut menjaga
ketertiban/ketenteraman dunia (Jw: memayu hayuning bawana agung). Dalam
pemikiran orang Jawa ”kelebihan” apapun yang dimiliki oleh seseorang akan
hancur apabila menyimpang dari jalan darma, ”setelah kebaikan datang, maka
kejahatan akan hancur (Jw: sura dira jayaningrat syuh brastha tekabing ulah
darmastuti).
Kata kunci: mantra, struktur, mitos, entitas, samadi.
ABSTRACT
Arif Hartarta, 2011: JAVANESE
MANTRA (The Study of Form, Content, Meaning, Function).
Mantra is a
term which comes from Ancient Indian language, Sanskrit. Mantra can be defined
as method or idea—as an impression to a certain purpose—spelled by certain
words having a magical power and created as a inovation to solve the social
problems. Mantra, in written or spoken language, is the evidence of the
existence of mystical mythology culture spread all over the world. Javanese
Mantra is influenced by the Hindhu and Islamic cultures. Javanese Mantra was
not immersed in the modern discourse of the society. The problems which we
study in this research are: (1) how is the structure of Javanese Mantra? (2) how
is the meaning of the existence of the Javanese Mantra for Javanese society?
(3) how is the function of the Javanese Mantra in the Javanese society life?
Besides of the
inventarization of the local wisdom and local genious recorded inside of the Javanese Mantra texts: (1) this
research is aimed to express the structure of the Javanese Mantra, (2) the
meaning express of the existence of the Javanese Mantra for Javanese society, (3)
the function express of Javanese Mantra for Javanese society life.
This research
use 12 approaches: (1) the definition of mantra, (2) the definition of Javanese
people, (3) the concept of culture, (4) dynamic structuralism, (5) the theory
of sociology in literature, (6) the concept of folk literature, (7) the concept
of mythology, (8) the concept of magic, (9) the concept of mysticism, (10) the
concept of transcendental, (11) the concept of Zen, and (12) the framework of
research. This research is a single case study, “Javanese Mantra”. The method
we use in this research is qualitative descriptive method, due to the fact that
the data collected in this study are words and sentences (Mantra text).
The results of
this study about ”Javanese Mantra” draws Javanese Mantra as a chain of special
words (dominated by Javanese language) which is constructed in the
self-suggestive affirmations forms. 3 types of Javanese Mantra structures:
Ideal, random, and deformity. The ideal structure of Javanese Mantra consists
of head, body, and foot. The “head” consists of opening components, will, and
the name of mantra. The Body of Mantra consists of suggestive component,
command, and target / reference power, purpose, and hope. The “foot” consists
of the closing components. The structure of Mantra is “packed” by mysticism,
magical, mythological, vocal, diction and imagi (mental images) formulas.
Javanese Mantra for “the user” is a sacred or holy territory which is very
personal. The practices is not only a profane activity, but also always
connected with the supra natural things (the control of God). Javanese Mantra
evolved in three dimensions of collective and particular understanding:
mysticism, ontological, and functional. The mystery of ”laku” in the
mantra ritual is a psychological/emotional game and also the cognitive which is
created to reach the meditative level from Alpha to Theta frequency. There is a
pararell understanding between natural meditation condition and atomic
experimental condition. The researcher defines the phenomena of black and white
area in applying Mantra as “Entity Mantra”. Mantra has a function as “the cure”
used by the society to face a difficult situation. There are twenty eight
functions of Mantra in this study. Mantra also reaches to the dimension of
literature. Mantra is an effort to preserve the mythology, and mythology use
mantra as the object of the discourse. The complexity theory is the ideal
theory to close on the human and cultural phenomena. Culture plurality must be
understood as the wealth. In Mantra’s world, which is close to mysticism and
magic, someone must have his own spiritual master in studying Mantra. The
essence of mantra is to be “fusion” with the God’s power, to quieten life on
the world (Jw: memayu hayuning bawana
agung). In the Javanese thoughts, someone who has a super natural power
would be destroyed if he does not stay in the golden rules, “when the goodness
comes, the evil would be defeated (Jw: sura dira jayaningrat lebur dening
pangastuti).
Keywords: mantra, structure,
myth, entity, samadi.
DAFTAR ISI
ABSTRAK............................................................................................
DAFTAR ISI………………………………………………………….
DAFTAR SINGKATAN......................................................................
DAFTAR FOTO…………...………………………………………....
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................
BAB I. PENDAHULUAN……..........…………………………...… 1
1.
1. Latar Belakang Masalah .…………………....……….. 1
1.
2. Masalah......................…………...……....…………... 12
1.
2. 1. Pembatasan Masalah......................................... 12
1.
2. 2. Rumusan Masalah………...……….....……….. 12
1.
3. Tujuan Penelitian…………………………….……….. 13
1.
4. Manfaat Penelitian……………………………………. 13
1.
4. 1. Secara Teoretis................................................. 13
1.
4. 2. Secara Praktis................................................... 14
1.
5. Sistematika
Tulisan......................................................... 14
BAB II. LANDASAN TEORI……………………………………….. 16
2.
1. Pengertian Mantra........…………………….………….. 16
2.
2. Pengertian Orang Jawa……………..………………….. 23
2. 3. Konsep
Kebudayaan....................................................... 25
2. 4. Strukturalisme
Dinamik..................................................... 31
2. 4. 1. Strukturalisme...................................................... 31
-
Unsur dan Komponen dalam Teks
Mantra Orang
Jawa......................................... 33
- Formula dalam Mantra Orang
Jawa.................. 40
2. 4. 2
Semiotika............................................................. 46
2. 5. Teori
Sosiologi Sastra...................................................... 52
2. 6. Konsep
Sastra Lisan……....…………………………... . 55
2. 7. Konsep
Mitos………....………………………………. 58
2. 8. Konsep
Magis................................................................. 63
2. 9. Konsep
Mistik................................................................ 66
2. 10. Pendekatan
Transendental.……...…………………........ 68
2.
11. Pendekatan Zen..........……………...…………………... 70
2. 12. Kerangka
Pikir Penelitian.................................................. 74
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN…………………………..... 77
3.
1. Bentuk dan Strategi Penelitian…………………………..... 78
3.
2. Lokasi
Penelitian.....................………………………….. 79
3.
3. Sumber Data dan Data Penelitian……………………….... 80
3. 3. 1. Jenis Mantra Orang Jawa…………...………........ 81
3. 3. 1. Mantra dengan Identitas…………......………....... 82
3. 4. Tehnik
Pengumpulan Data ........……………………......... 88
3.
5. Validitas Data……………………………………….......... 91
3. 6. Teknik
Analisis Data.......................................................... 92
3.
6. 1. Teknik Seleksi Data............................................... 93
3.
6. 2. Teknik Pengalihan Wacana Lisan Ke
Tulis dan
Teknik Penerjemahan Wacana Lisan
(Alih
Wahana)...................................................... 94
BAB IV. DESKRIPSI PENELITIAN...................................................... 96
4.
1. Analisis Struktur Teks Mantra Orang
Jawa......................... 99
4.
1. 1. Strukturalisme Dinamik.......................................... 100
4.
1. 2. Keterkaitan Antarkomponen
Pembangun
Mantra............................................... 121
4.
1. 3. Daya Imaginasi (Audio Visual).............................. 122
4.
1. 4. Magis…………………………............……….. 132
a)
Kekuatan Magis dalam Teks
Mantra Orang Jawa......................................... 133
b)
Magis Berdasar Tipenya................................. 134
c)
Magis Berdasar Sifatnya................................. 142
4.
1. 5. Mistik dalam Mantra Orang Jawa....................... 148
4.
1. 6. Mitologi dalam Teks Mantra Orang Jawa
(Studi
Tafsir Interteks)........................................ 154
4.
1. 7. Mantra Jawa, Geguritan, dan Macapat............... 180
4.
2. Makna Keberadaan Mantra Orang Jawa
bagi Masyarakat Jawa.................................................... 191
4.
2. 1. Interpretasi Sejarah Perkembangan Mantra
(Interteks)............................................................. 193
4.
2. 2. Mantra Menurut Paradigma Hindu dan
Mantra
Orang Jawa.............................................. 204
4. 2. 3. Eksistensi dan Esistensi
Mantra............................. 210
4. 2. 3. 1. Mitos Paranormal................................. 210
4. 2. 3. 2. Falsafah Laku dan
Falsafah Sajen......... 211
4.
2. 4. Mantra; Samadi, Meditasi, Yoga, Cakra,
Kundalini.............................................................. 221
a)
Kayon Sebagai Simbol Meditasi...................... 221
b)
Semar Sebagai Simbol Mistik dan Kondisi
Samadi............................................................ 249
c)
Yoga, Cakra, Kundalini................................... 251
4.
2. 5. Menyingkap Kesejajaran Sains dan
Mistik dalam
Mantra Orang Jawa.............................................. 255
4.
3 Fungsi Mantra Orang Jawa dalam Kehidupan...................... 268
4.
3. 1 Mantra Orang Jawa berdasar Kegunaannya.......... 268
4.
3. 2 Mantra Orang Jawa dalam Ruang Sosial, Mental/
Spiritual, dan Sastra.............................................. 275
BAB V. PENUTUP................................................................................ 280
1. Simpulan................................................................................ 280
2. Saran...................................................................................... 283
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………........ 285
Lampiran I (Transkripsi Teks Mantra dan
Ritual Mantra Orang
Jawa)........................................... 295
Lampiran II (Terjemahan
Teks Mantra Orang Jawa)......................... 339
Lampiran III (Dokumentasi Visual)……………….……................... 364
Daftar Singkatan Spesifikasi Jenis Mantra
(M)
A. MPy :
Mantra Panyuwunan (permohonan)
B. MTB :
Mantra Tulak Balak (menolak kejahatan)
C. MKw :
Mantra Kawaskitan (Claivoryance)
D. MKng :
Mantra Kanuragan (kesaktian lahir)
E. MGS :
Mantra Guru Sejati
F. MPb :
Mantra Pengobatan
G. MPS :
Mantra Pengasih Senggama (aktivitas seksual)
H. MPK-U :
Mantra Pengasih Khusus & Umum
I. MPw :
Mantra Pangruwatan (membuang sial)
J. MTU :
Mantra Tulak Udan (memindahkan hujan)
K. MBj :
Mantra Brojol (mudah melahirkan)
L. MKsl :
Mantra Keselamatan
M. MMU&HB : Mantra Menjauhkan Ular dan Hewan Buas
N. KMW :
Kidung Mantra Wedha
O. MPD – PR – My : Mantra Pager Diri, Pager Rumah, Menyerang
P. MPAS :
Mantra Pembuka Aura Kesadaran
Q. MBTW :
Mantra Bangun Tepat Waktu
R. MMnk :
Mantra Manekung (meditasi/kontemplasi)
S. MBL :
Mantra Betah Luwe (tahan lapar)
T. MBM :
Mantra Betah Melek (kuat terjaga)
U. MPe :
Mantra Pangeling – eling (penguat memori ingatan)
V. MPl :
Mantra Penglarisan (laris berjualan)
W. MSr :
Mantra Sirep (menidurkan orang dengan paksa)
X. MKs :
Mantra Kasukman
Y. MTn :
Mantra Tetanen (bertani)
Z. MD :
Mantra Danyangan
Za. MPG : Mantra Puter Giling
(mendatangkan orang dari jarak jauh)
Zb. MJ : Mantra Judi
Daftar Foto
Gb. 1. Ritual Sesuci
Diri............................................................................ 364
Gb. 2. Pring Pethuk/Bambu Bertemu
Ruas............................................... 364
Gb. 3. Jimat Kul
Buntet............................................................................. 365
Gb. 4. Rajah
Kalacakra............................................................................ 365
Gb. 5. Mirah
Delima................................................................................. 366
Gb. 6. Rajah Penguat
Dzakar.................................................................... 366
Gb. 7. Rajah
Pelet/Pengasihan.................................................................. 366
Gb. 8. Rajah untuk Memisahkan
Pasangan............................................... 367
Gb. 9. Rajah untuk Menyatukan
Pasangan................................................ 367
Gb. 9. Minyak Pelet................................................................................. 368
Gb. 10. Tasbih
Magrobi........................................................................... 368
Gb. 11. Rotan Ros Pethuk/Rotan Bertemu
Ruas....................................... 368
Gb. 14. Batu
Akik.................................................................................... 369
Gb. 15. Rajah Papat Keblat/Rajah Empat
Elemen..................................... 369
Gb. 16. Candu......................................................................................... 369
Gb. 17. Sajian Bunga Setaman dan
Kemenyan........................................ 370
Gb. 18. Rajah
Petung............................................................................. 370
Gb. 19. Tulak Balak Tapel
Kuda............................................................ 370
Gb. 20. Sesaji Penurunan Ilmu, Penarikan
Pusaka................................... 371
Daftar Lampiran I/II
A. MPy :
Mantra Panyuwunan (permohonan).......................... 295/339
B. MTB :
Mantra Tulak Balak (menolak kejahatan)................. 296/240
C. MKw :
Mantra Kawaskitan (claivoryance)........................... 299/341
D. MKng :
Mantra Kanuragan (kesaktian lahir).......................... 301/342
E. MGS :
Mantra Guru Sejati.................................................... 308/346
F. MPb :
Mantra Pengobatan.................................................... 309/347
G. MPS :
Mantra Pengasih Senggama (aktivitas seksual)........ 310/347
H. MPK-U :
Mantra Pengasih Khusus & Umum.......................... 312/348
I. MPw :
Mantra Pangruwatan (membuang sial)..................... 319/351
J. MTU :
Mantra Tulak Udan (memindahkan hujan)............... 322/354
K. MBj :
Mantra Brojol (mudah melahirkan)........................... 324/355
L. MKsl :
Mantra Keselamatan.................................................. 325/356
M. MMU&HB : Mantra Menjauhkan Ular dan
Hewan Buas............ 326/356
N. KMW :
Kidung Mantra Wedha.............................................. 327/357
O. MPD–PR–My: Mantra Pager Diri, Pager Rumah,
Menyerang .... 331/359
P. MPAS :
Mantra Pembuka Aura Kesadaran............................. 332/359
Q. MBTW :
Mantra Bangun Tepat Waktu..................................... 332/360
R. MMnk :
Mantra Manekung (meditasi/kontemplasi)................ 333/360
S. MBL : Mantra Betah Luwe (tahan lapar).............................. 333/360
T. MBM :
Mantra Betah Melek (kuat terjaga)............................ 333/360
U. MPe :
Mantra Pangeling–eling (penguat memori ingatan)...... 334/360
V. MPl :
Mantra Penglarisan (laris berjualan)............................ 334/360
W. MSr :
Mantra Sirep (menidurkan orang dengan paksa)....... 334/361
X. MKs :
Mantra Kasukman...................................................... 335/361
Y. MTn :
Mantra Tetanen (bertani)........................................... 336/361
Z. MD :
Mantra Danyangan ................................................... 337/363
Za. MPG :
Mantra Puter Giling (mendatangkan orang dari jarak jauh) .. 338/363