Jumat, 11 Februari 2011

Javanese Mantra


ABSTRAK
Arif Hartarta. 2011: MANTRA ORANG JAWA (Kajian Bentuk, Isi, Makna, Fungsi).  

http://www.jawamantra.blogspot.com

Mantra adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa India kuno, yaitu bahasa Sanskerta. Mantra secara bebas dapat ditafsirkan sebagai metode atau gagasan—sebagai penegasan suatu tujuan tertentu—yang dinyatakan dengan kata-kata yang dianggap mengandung kekuatan gaib dan diciptakan sebagai terobosan untuk mengatasi problem-problem sosial. Mantra, baik dalam bentuk bahasa tulis, bahasa lisan dan sebagian lisan merupakan bukti eksistensi kebudayaan mitologis-mistis yang keberadaannya tersebar di seluruh dunia. Mantra Orang Jawa dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dan Islam. Sampai pada abad 21 Mantra Orang Jawa tidak tenggelam dalam wacana masyarakat modern. Permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana struktur teks Mantra Orang Jawa? (2) bagaimana makna keberadaan Mantra Orang Jawa bagi masyarakat Jawa? (3) bagaimana fungsi Mantra Orang Jawa dalam kehidupan masyarakat Jawa?
Selain sebagai upaya inventarisasi pemikiran kearifan lokal dan jenius lokal yang terekam dalam teks Mantra Orang Jawa, tujuan penelitian ini adalah: (1) mengungkap struktur dalam teks Mantra Orang Jawa, (2) mengungkap makna keberadaan Mantra Orang Jawa bagi masyarakat Jawa, (3) mengungkap fungsi Mantra Orang Jawa bagi masyarakat Jawa.
Penelitian ini menggunakan beberapa teori dan beberapa konsep pendukung, yaitu: (1) pengertian mantra, (2) pengertian orang Jawa, (3) konsep kebudayaan, (4) strukturalisme dinamik, (5) teori sosiologi sastra, (6) konsep sastra lisan, (7) konsep mitos, (8) konsep magis, (9) konsep mistik, (10) konsep transendental, (11) konsep Zen, dan (12) kerangka pikir penelitian. Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal, yaitu Mantra Orang Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hal ini mengigat bahwa data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat (teks mantra).
Hasil penelitian terhadap Mantra Orang Jawa memberi gambaran bahwa Mantra Orang Jawa adalah serangkaian kata yang dianggap istimewa (dominasi bahasa Jawa) yang disusun sedemikian rupa dalam bentuk afirmasi-afirmasi swasugestif. Mantra Orang Jawa memiliki tiga (3) tipe struktur: ideal, acak, dan timpang. Struktur ideal Mantra Orang Jawa terdiri atas bagian, yaitu: kepala, tubuh, dan kaki. Bagian kepala terdiri dari komponen pembuka, niat, dan nama mantra. Bagian tubuh terdiri dari komponen sugesti, perintah, nama sasaran/kekuatan yang diacu, tujuan, dan harapan. Bagian kaki terdiri dari komponen penutup. Struktur mantra ”dibungkus” oleh formula mistik, magis, mitologis, bunyi, diksi, dan imagi. Mantra Orang Jawa bagi para pengamalnya merupakan wilayah atau ”ruang sakral, ruang kudus” yang bersifat sangat pribadi. Praktik-praktik mantra tidak sekadar aktivitas profane, namun selalu berhubungan dengan hal-hal yang adi kodrati (Tuhan/Dewa). Mantra Orang Jawa berevolusi dalam tiga dimensi pemahaman kolektif dan particular: mitis, ontologis, dan fungsional. Misteri laku dalam ritual mantra merupakan permainan psikis/emosi sekaligus kognitif yang sengaja diciptakan untuk mencapai tataran meditatif dari frekuensi alfa menuju frekuensi teta. Terdapat kesejajaran pemahaman antara kondisi alam meditasi dengan hasil laporan kondisi eksperimen atomik. Fenomena wilayah hitam dan putih dalam penerapan mantra peneliti sebut dengan ”entitas mantra”. Mantra berfungsi sebagai pelipur lara masyarakat ketika menghadapi situasi yang dirasa sulit. Dalam data penelitian ini terdapat duapuluh tujuh (27) fungsi mantra + 1 mantra judi (tidak termasuk data kajian). Mantra juga merambah ke dimensi sastra. Mantra sebagai wahana pelestarian mitos, dan mitos menggunakan mantra sebagai objek wacananya. Teori kompleksitas merupakan teori yang ideal untuk mendekati fenomena manusia dan budaya. Pluralitas budaya harus difahami sebagai kekayaan. Dalam dunia mantra yang begitu dekat dengan mistik dan magic, seseorang harus memiliki pembimbing guru spiritual dalam belajar. Esensi mantra adalah ”melebur” dengan kuasa Illahi, ikut menjaga ketertiban/ketenteraman dunia (Jw: memayu hayuning bawana agung). Dalam pemikiran orang Jawa ”kelebihan” apapun yang dimiliki oleh seseorang akan hancur apabila menyimpang dari jalan darma, ”setelah kebaikan datang, maka kejahatan akan hancur (Jw: sura dira jayaningrat syuh brastha tekabing ulah darmastuti).

Kata kunci: mantra, struktur, mitos, entitas, samadi.




ABSTRACT
Arif Hartarta, 2011: JAVANESE MANTRA (The Study of Form, Content, Meaning, Function).

Mantra is a term which comes from Ancient Indian language, Sanskrit. Mantra can be defined as method or idea—as an impression to a certain purpose—spelled by certain words having a magical power and created as a inovation to solve the social problems. Mantra, in written or spoken language, is the evidence of the existence of mystical mythology culture spread all over the world. Javanese Mantra is influenced by the Hindhu and Islamic cultures. Javanese Mantra was not immersed in the modern discourse of the society. The problems which we study in this research are: (1) how is the structure of Javanese Mantra? (2) how is the meaning of the existence of the Javanese Mantra for Javanese society? (3) how is the function of the Javanese Mantra in the Javanese society life?
Besides of the inventarization of the local wisdom and local genious recorded inside of the Javanese Mantra texts: (1) this research is aimed to express the structure of the Javanese Mantra, (2) the meaning express of the existence of the Javanese Mantra for Javanese society, (3) the function express of Javanese Mantra for Javanese society life.
This research use 12 approaches: (1) the definition of mantra, (2) the definition of Javanese people, (3) the concept of culture, (4) dynamic structuralism, (5) the theory of sociology in literature, (6) the concept of folk literature, (7) the concept of mythology, (8) the concept of magic, (9) the concept of mysticism, (10) the concept of transcendental, (11) the concept of Zen, and (12) the framework of research. This research is a single case study, “Javanese Mantra”. The method we use in this research is qualitative descriptive method, due to the fact that the data collected in this study are words and sentences (Mantra text).
The results of this study about ”Javanese Mantra” draws Javanese Mantra as a chain of special words (dominated by Javanese language) which is constructed in the self-suggestive affirmations forms. 3 types of Javanese Mantra structures: Ideal, random, and deformity. The ideal structure of Javanese Mantra consists of head, body, and foot. The “head” consists of opening components, will, and the name of mantra. The Body of Mantra consists of suggestive component, command, and target / reference power, purpose, and hope. The “foot” consists of the closing components. The structure of Mantra is “packed” by mysticism, magical, mythological, vocal, diction and imagi (mental images) formulas. Javanese Mantra for “the user” is a sacred or holy territory which is very personal. The practices is not only a profane activity, but also always connected with the supra natural things (the control of God). Javanese Mantra evolved in three dimensions of collective and particular understanding: mysticism, ontological, and functional. The mystery of ”laku” in the mantra ritual is a psychological/emotional game and also the cognitive which is created to reach the meditative level from Alpha to Theta frequency. There is a pararell understanding between natural meditation condition and atomic experimental condition. The researcher defines the phenomena of black and white area in applying Mantra as “Entity Mantra”. Mantra has a function as “the cure” used by the society to face a difficult situation. There are twenty eight functions of Mantra in this study. Mantra also reaches to the dimension of literature. Mantra is an effort to preserve the mythology, and mythology use mantra as the object of the discourse. The complexity theory is the ideal theory to close on the human and cultural phenomena. Culture plurality must be understood as the wealth. In Mantra’s world, which is close to mysticism and magic, someone must have his own spiritual master in studying Mantra. The essence of mantra is to be “fusion” with the God’s power, to quieten life on the world (Jw: memayu hayuning bawana agung). In the Javanese thoughts, someone who has a super natural power would be destroyed if he does not stay in the golden rules, “when the goodness comes, the evil would be defeated (Jw: sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti).

Keywords: mantra, structure, myth, entity, samadi.




DAFTAR ISI

ABSTRAK............................................................................................                
DAFTAR ISI………………………………………………………….     
DAFTAR SINGKATAN......................................................................      
DAFTAR FOTO…………...………………………………………....      
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................      

BAB I.  PENDAHULUAN……..........…………………………...…         1
            1. 1.     Latar Belakang Masalah .…………………....………..         1
            1. 2.     Masalah......................…………...……....…………...         12
                        1. 2. 1. Pembatasan Masalah.........................................         12
                        1. 2. 2. Rumusan Masalah………...……….....………..         12
            1. 3.     Tujuan Penelitian…………………………….………..          13
            1. 4.     Manfaat Penelitian…………………………………….          13
                        1. 4. 1. Secara Teoretis.................................................          13
                        1. 4. 2. Secara Praktis...................................................          14
            1. 5.     Sistematika Tulisan.........................................................         14

BAB II. LANDASAN TEORI………………………………………..       16
            2. 1.     Pengertian Mantra........…………………….…………..        16
            2. 2.     Pengertian Orang Jawa……………..…………………..        23
2. 3.     Konsep Kebudayaan.......................................................        25
2. 4.     Strukturalisme Dinamik.....................................................       31
2. 4. 1. Strukturalisme......................................................        31
                                    - Unsur dan Komponen dalam Teks
Mantra Orang Jawa.........................................         33
- Formula dalam Mantra Orang Jawa..................         40
2. 4. 2 Semiotika.............................................................        46
2. 5.     Teori Sosiologi Sastra......................................................        52
2. 6.     Konsep Sastra Lisan……....…………………………... .       55
2. 7.     Konsep Mitos………....……………………………….         58
2. 8.     Konsep Magis.................................................................        63
2. 9.     Konsep Mistik................................................................         66
2. 10.   Pendekatan Transendental.……...…………………........        68
            2. 11.   Pendekatan Zen..........……………...…………………...       70
2. 12.   Kerangka Pikir Penelitian..................................................        74

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN………………………….....       77
            3. 1.     Bentuk dan Strategi Penelitian………………………….....       78
            3. 2.     Lokasi Penelitian.....................…………………………..        79
            3. 3.     Sumber Data dan Data Penelitian………………………....       80
3. 3. 1. Jenis Mantra Orang Jawa…………...………........        81
3. 3. 1.  Mantra dengan Identitas…………......……….......       82
3. 4.     Tehnik Pengumpulan Data ........…………………….........        88
            3. 5.     Validitas Data………………………………………..........      91
3. 6.     Teknik Analisis Data..........................................................        92
            3. 6. 1.  Teknik Seleksi Data...............................................       93
            3. 6. 2.  Teknik Pengalihan Wacana Lisan Ke Tulis dan
                          Teknik Penerjemahan Wacana Lisan
  (Alih Wahana)......................................................       94

BAB IV. DESKRIPSI PENELITIAN......................................................     96
            4. 1.     Analisis Struktur Teks Mantra Orang Jawa.........................       99
                        4. 1. 1. Strukturalisme Dinamik..........................................       100
                        4. 1. 2. Keterkaitan Antarkomponen
                                    Pembangun Mantra...............................................       121
                        4. 1. 3. Daya Imaginasi (Audio Visual)..............................       122
                        4. 1. 4. Magis…………………………............………..        132
                                    a) Kekuatan Magis dalam Teks
    Mantra Orang Jawa.........................................        133
                                    b) Magis Berdasar Tipenya.................................         134
                                    c) Magis Berdasar Sifatnya.................................         142
                        4. 1. 5. Mistik dalam Mantra Orang Jawa.......................         148
                        4. 1. 6. Mitologi dalam Teks Mantra Orang Jawa
                                    (Studi Tafsir Interteks)........................................        154
                        4. 1. 7. Mantra Jawa, Geguritan, dan Macapat...............      180
            4. 2.     Makna Keberadaan Mantra Orang Jawa
             bagi Masyarakat Jawa....................................................       191
                        4. 2. 1. Interpretasi Sejarah Perkembangan Mantra
                                    (Interteks).............................................................     193
                        4. 2. 2. Mantra Menurut Paradigma Hindu dan
                                    Mantra Orang Jawa..............................................      204
                        4. 2. 3. Eksistensi dan Esistensi Mantra.............................      210
                                    4. 2. 3. 1. Mitos Paranormal.................................      210
                                    4. 2. 3. 2. Falsafah Laku dan Falsafah Sajen.........      211
                        4. 2. 4. Mantra; Samadi, Meditasi, Yoga, Cakra,
            Kundalini..............................................................      221
                                    a) Kayon Sebagai Simbol Meditasi......................       221
                                    b) Semar Sebagai Simbol Mistik dan Kondisi
                                         Samadi............................................................     249
                                    c) Yoga, Cakra, Kundalini...................................      251
                        4. 2. 5.  Menyingkap Kesejajaran Sains dan Mistik dalam
                                     Mantra Orang Jawa..............................................    255
            4. 3 Fungsi Mantra Orang Jawa dalam Kehidupan......................        268
                        4. 3. 1 Mantra Orang Jawa berdasar Kegunaannya..........      268
                        4. 3. 2 Mantra Orang Jawa dalam Ruang Sosial, Mental/
                                   Spiritual, dan Sastra..............................................      275
           
BAB V. PENUTUP................................................................................     280
1.      Simpulan................................................................................     280
2.      Saran......................................................................................    283

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………........     285
Lampiran I     (Transkripsi Teks Mantra dan
             Ritual Mantra Orang Jawa)...........................................       295
Lampiran II   (Terjemahan Teks Mantra Orang Jawa).........................        339
Lampiran III (Dokumentasi Visual)……………….……...................         364



Daftar Singkatan Spesifikasi Jenis Mantra (M)

A.    MPy                      : Mantra Panyuwunan (permohonan)
B.     MTB                      : Mantra Tulak Balak (menolak kejahatan)
C.     MKw                     : Mantra Kawaskitan (Claivoryance)
D.    MKng                    : Mantra Kanuragan (kesaktian lahir)
E.     MGS                     : Mantra Guru Sejati
F.      MPb                      : Mantra Pengobatan
G.    MPS                      : Mantra Pengasih Senggama (aktivitas seksual)
H.    MPK-U                 : Mantra Pengasih Khusus & Umum
I.       MPw                     : Mantra Pangruwatan (membuang sial)
J.       MTU                     : Mantra Tulak Udan (memindahkan hujan)
K.    MBj                       : Mantra Brojol (mudah melahirkan)
L.     MKsl                     : Mantra Keselamatan
M.   MMU&HB           : Mantra Menjauhkan Ular dan Hewan Buas
N.    KMW                    : Kidung Mantra Wedha
O.    MPD – PR – My   : Mantra Pager Diri, Pager Rumah, Menyerang
P.      MPAS                   : Mantra Pembuka Aura Kesadaran
Q.    MBTW                  : Mantra Bangun Tepat Waktu
R.     MMnk                   : Mantra Manekung (meditasi/kontemplasi)
S.      MBL                     : Mantra Betah Luwe (tahan lapar)
T.      MBM                    : Mantra Betah Melek (kuat terjaga)
U.    MPe                       : Mantra Pangeling – eling (penguat memori ingatan)
V.    MPl                       : Mantra Penglarisan (laris berjualan)
W.   MSr                       : Mantra Sirep (menidurkan orang dengan paksa)
X.    MKs                      : Mantra Kasukman
Y.    MTn                      : Mantra Tetanen (bertani)
Z.     MD                        : Mantra Danyangan
   Za. MPG                     : Mantra Puter Giling (mendatangkan orang dari jarak  jauh)
   Zb. MJ                        : Mantra Judi


Daftar Foto

Gb. 1. Ritual Sesuci Diri............................................................................     364
Gb. 2. Pring Pethuk/Bambu Bertemu Ruas...............................................    364
Gb. 3. Jimat Kul Buntet.............................................................................     365
Gb. 4. Rajah Kalacakra............................................................................     365
Gb. 5. Mirah Delima.................................................................................     366
Gb. 6. Rajah Penguat Dzakar....................................................................    366
Gb. 7. Rajah Pelet/Pengasihan..................................................................     366
Gb. 8. Rajah untuk Memisahkan Pasangan...............................................      367
Gb. 9. Rajah untuk Menyatukan Pasangan................................................     367
Gb. 9. Minyak Pelet.................................................................................     368
Gb. 10. Tasbih Magrobi...........................................................................     368
Gb. 11. Rotan Ros Pethuk/Rotan Bertemu Ruas.......................................    368
Gb. 14. Batu Akik....................................................................................    369
Gb. 15. Rajah Papat Keblat/Rajah Empat Elemen.....................................    369
Gb. 16. Candu.........................................................................................    369
Gb. 17. Sajian Bunga Setaman dan Kemenyan........................................     370
Gb. 18. Rajah Petung.............................................................................     370
Gb. 19. Tulak Balak Tapel Kuda............................................................     370
Gb. 20. Sesaji Penurunan Ilmu, Penarikan Pusaka...................................     371



Daftar Lampiran I/II

A.    MPy          : Mantra Panyuwunan (permohonan)..........................           295/339
B.     MTB          : Mantra Tulak Balak (menolak kejahatan).................            296/240
C.     MKw         : Mantra Kawaskitan (claivoryance)...........................          299/341
D.    MKng        : Mantra Kanuragan (kesaktian lahir)..........................            301/342
E.     MGS         : Mantra Guru Sejati....................................................           308/346
F.      MPb          : Mantra Pengobatan....................................................          309/347
G.    MPS          : Mantra Pengasih Senggama (aktivitas seksual)........               310/347
H.    MPK-U     : Mantra Pengasih Khusus & Umum..........................              312/348
I.       MPw         : Mantra Pangruwatan (membuang sial).....................               319/351
J.       MTU         : Mantra Tulak Udan (memindahkan hujan)...............               322/354
K.    MBj           : Mantra Brojol (mudah melahirkan)...........................             324/355
L.     MKsl         : Mantra Keselamatan..................................................           325/356
M.   MMU&HB : Mantra Menjauhkan Ular dan Hewan Buas............              326/356
N.    KMW        : Kidung Mantra Wedha..............................................           327/357
O.    MPD–PR–My: Mantra Pager Diri, Pager Rumah, Menyerang ....              331/359
P.      MPAS       : Mantra Pembuka Aura Kesadaran.............................           332/359
Q.    MBTW      : Mantra Bangun Tepat Waktu.....................................           332/360
R.     MMnk       : Mantra Manekung (meditasi/kontemplasi)................              333/360
S.      MBL         : Mantra Betah Luwe (tahan lapar)..............................             333/360
T.      MBM        : Mantra Betah Melek (kuat terjaga)............................            333/360
U.    MPe           : Mantra Pangeling–eling (penguat memori ingatan)......            334/360
V.    MPl           : Mantra Penglarisan (laris berjualan)............................            334/360
W.   MSr           : Mantra Sirep (menidurkan orang dengan paksa).......             334/361
X.    MKs          : Mantra Kasukman......................................................           335/361
Y.    MTn          : Mantra Tetanen (bertani)...........................................             336/361
Z.     MD            : Mantra Danyangan ...................................................            337/363
   Za. MPG         : Mantra Puter Giling (mendatangkan orang dari jarak  jauh) ..  338/363